Minggu, 21 Juli 2013

Bermain Air Sungai

Ini adalah air sungai di kampung halamanku.. Selain airnya masih bersih, cuaca yang cerah, udara yang sejuk beda jauh ma Jakarta lah. Hehehe. Ya jangan dibandingkan kampung ma Jakarta. Meskipun sekarang saya dan suami domisili di Jakarta dan tinggal disana. Setiap liburan saya selalu menyempatkan pulang ke kampung halaman. Selain untuk refreshing juga silaturahim ke keluarga. Nah teman-teman saya akan berbagi pengalaman waktu bermain air di sungai yang airnya jernih dan udaranya sejuk. Dimana disamping-sampingnya adalah hamparan sawah nan luas. Berikut foto2 perjalanan saya dan teman-teman ^^ 






Jangan pernah melupakan kampung halaman. Bagi saya sepertinya tidak akan, meskipun sekarang saya tinggal di Jakarta dengan berbagai fasilitas, kemewahan, segala macam mall ada. Tetap kampung halaman selalu saya rindukan. Jika ada libur walau 3 hari sekalipun saya selalu menyempatkan untuk mengunjungi rumah dan kampung halamanku. Bagaimana dengan teman-teman ^^

Regards,
Ririn Widiya

Sabtu, 20 Juli 2013

Suramadu: Jembatan Kebanggaan Indonesia

Liburan semester pertama tahun 2010 kemarin saya menghabiskan liburan di Surabaya dan Madura. Banyak tempat wisata yang saya kunjungi tetapi yang akan saya ceritakan disini adalah tentang jembatan Suramadu yaitu jembatan yang menghubungkan Surabaya-Madura. Kalau Amerika selalu membanggakan “Sanfransisco Golden Gate” nya, Sebagai Warga Negara Indonesia kita juga harus bangga memiliki “Suramadu”. Jembatan Suramadu bukan hanya jembatan yang terpanjang di Indonesia, tetapi juga terpanjang di Asia Tenggara dengan panjang kurang lebih 5.438 m dan lebar 30 m.
Berdasarkan catatan petugas tentang Suramadu dijelaskan bahwa sebelum Suramadu dibangun banyak yang ragu apakah mungkin membangun jembatan di daerah patahan dan gempa, bagaimana dengan tiupan angin laut selat Madura yang kencang. Akhirnya dilakukan penelitian selama tahun 2003-2004. Penelitian yang lebih bersifat technical study dilakukan terhadap 12 item yang kebanyakan berupa parameter tanah.
Dari sisi seismic hazard analysis, misalnya, diperoleh kesimpulan, di sekitar lokasi jembatan tidak ditemukan suatu patahan aktif. Berdasarkan katalog gempa juga tidak ditemukan gempa dengan magnitude di atas 4 skala Richter sehingga kondisi di sekitar lokasi jembatan cukup stabil. Karena menghubungkan dua pulau, teknologi pembangunan Jembatan Suramadu didesain agar memungkinkan kapal-kapal dapat melintas di bawah jembatan.
Jembatan ini dirancang kuat bertahan hingga 100 tahun atau hampir menyamai standar Inggris yang mencapai 120 tahun. Karena berada di tengah lautan, Suramadu berpotensi terkendala faktor angin besar. Untuk memastikan keamanan kendaraan yang melintas di atas Suramadu, Departemen Pekerjaan Umum membangun pusat monitoring kondisi cuaca, khususnya angin.Jika kecepatan angin mencapai 11 m/s atau sekitar 40 km/jam, jembatan harus di tutup untuk kendaraan roda dua, Jika kecepatan angin bertambah hingga 18 m/s atau sekitar 65 km/jam, jalur untuk kendaraan roda empat pun ditutup. Langkah ini semata-mata untuk keselamatan dan kenyamanan pengendara.
Suramadu sungguh luarbiasa. Jika berkesempatan liburan ke Surabaya lagi saya akan menyempatkan mengunjungi Suramadu kembali.




Regards,
Ririn Widiya

Kunang-Kunang di Tepi Jendela

Kunang-Kunang di Tepi Jendela
Oleh: Ririn Widiya


Mendung itu seakan tahu isi hatiku dalam kesendirian ini. Aku duduk termenung menatap langit dari balik jendela. Rintik hujan perlahan-lahan membasahi bumi. Aku menunggu kunang-kunang yang setia menemaniku setiap malam. Secercah air hujan membasahi mukaku. Segar kurasakan perlahan. Aku tersadar, ini masih sore, hanya gelap karena mendung seakan mirip malam hari. Dingin semakin menusuk. Aku segera beranjak pergi menuju taman.
Masih kuingat tepat jam 4 sore di taman ini sebulan yang lalu dia memutuskan sepihak hubungan yang sudah dibangun selama 3 tahun denganku. Dia “Ardhani” tanpa alasan yang jelas pergi meninggalkanku. Aku duduk di taman saat sebulan yang lalu Aku bertemu dengannya. Hujan semakin deras Aku tidak peduli. Sungguh Aku tidak peduli. Apakah ini yang dinamakan “Patah Hati”. Aku ditemani hujan deras, menggigil kedinginan.
Tiba-tiba datang sesosok pria misterius dari ujung jalan sambil berteriak. “Hai, siapa disana! Ini tempatku, bukankah tiap hari jumat jam 4 sore Aku standbay disini! Pergilah.” kata pria itu dengan tidak sopan. “Apa maksudmu, ini taman milik pemerintah. Tempat umum, apa kamu yang membeli tempat ini. Jangan sembarangan ya? Aku warga sini jadi aku berhak duduk disini”, jawabku kesal.
Hujan mulai reda, hanya sedikit rintik membasahi bumi. “Kalau dipikir-pikir ngapain ya seorang gadis sore menjelang malam di sini, kecuali gadis itu sedang stress” katanya sambil senyum-senyum menggodaku. “Kurang ajar sekali kau, terserah apa katamu, aku akan tetap duduk di sini”, jawabku santai. Entah apa yang akan dilakukannya, sebenarnya aku penasaran juga tetapi aku malas bertanya padanya. Hampir setiap hari aku ke sini. Semakin hari, hatiku semakin sakit. Apalagi saat mengingat kenangan indah bersamanya. Aku masih melamun ditemani sisa rintik air hujan. “Heiii, kau dengar aku tidak?” celotehnya sambil teriak ke arahku.
Aku diam, masa bodoh dengan permintaannya agar aku pergi dari sini. Aku pun tak menolehnya. Aku bagaikan orang stress dengan pikiran kosong. Baru kali ini aku pacaran dan baru kali ini aku sakit hati. Kalau tidak ingat dosa, tidak ingat orangtua mungkin aku sudah bunuh diri. Oh tidak, bodohnya kalau aku melakukan hal itu.
“Kau sedang patah hati ya?” ujarnya sambil memandang ke arahku. Tiba-tiba dia duduk di kursi taman tempatku duduk. “Bukan urusanmu,” jawabku ketus. “Iya kan, benar kan?” ujarnya sambil sedikit menggodaku. “Kalau iya kenapa? Apa kau bisa menyembuhkan luka di hatiku,” jawabku sambil teriak ke arahnya.
“Aku juga pernah mengalaminya,” katanya perlahan. “Siapa namamu?” tanyaku penasaran. “Namaku David, siapa namamu?” katanya sambil mengajakku bersalaman. “Namaku Rena, Rena Pramitha,” jawabku sambil bersalaman. “Maafkan aku telah menggunakan tempatmu,” kataku menunduk. “Eh, lihat ada pelangi! Indah sekali padahal matahari sudah tidak kelihatan, tetapi langit begitu cerah ditambah hiasan pelangi menambah indahnya panorama alam.”
Kami terdiam sambil memandang pelangi yang sangat indah. Tiba-tiba David membuka tasnya yg ternyata berisi biola. Jadi selama ini tempat ini menjadi sarana bermain biola untuknya. “Kalau kau tidak suka mendengarkan biola, pergilah, tidak apa-apa” katanya perlahan. “Aku suka mendengarkan biola, apalagi di saat suasana hatiku sedang kacau. Ambil alat gesekmu, mainkanlah” kataku sambil memperhatikannya. Ternyata David begitu rupawan. Cakep banget, mirip “Won Bin” aktor korea yang main di serial “Endless Love” hanya perasaanku atau memang benar adanya. Aku memandanginya sambil tersenyum.
Tiba-tiba David memainkan alat musiknya dengan sangat indah sekali. Alunan nada khas biola yang begitu merdu. Dia memainkan instrument dari film “Endless Love”, aku pikir biola cocok sekali dengannya dengan perawakan tinggi kulit kuning. Aku mendengarkan sambil memandang wajahnya. Sungguh indah sekali, tak terasa air mataku menetes perlahan. Dia masih terus memainkan. Dia sangat menikmati biolanya. Aku mengkhayal bebas membayangkan berada di suatu pentas musik bersamanya.
“Pulanglah, sudah hampir maghrib, tidak baik bagi wanita berada di tempat ini,” katanya memecah lamunanku sambil menghentikan musik biolanya. “Aku masih ingin disini. Aku tidak mau pulang. Aku senang bersamamu meskipun kita baru saja kenal. Aku merasa kita sudah kenal lama sekali” jawabku. “Aku juga merasakan hal yang sama,” katanya sambil tersenyum. Dia jauh lebih baik dari Ardhian. Sepertinya aku terlalu bodoh hingga mau memilih Ardhian si dekil item jelek tukang selingkuh itu. Aku sangat menyesal, seandainya waktu bisa diputar.
“David, aku hampir setiap hari kesini kenapa baru kali ini aku berjumpa denganmu? Apa kita pernah bertemu sebelumnya?” tanyaku mengagetkannya. “Aku melihatmu sudah sejak lama. Aku kasihan padamu, bahkan saat melihatmu seminggu yang lalu saat kau mau mencoba bunuh diri rasanya aku ingin melindungimu.” jawabnya. Aku kaget, bahkan dia tahu aku sempat hampir bunuh diri. Aku sangat malu padanya.
“Dimana rumahmu David, boleh aku main ke tempatmu?” tanyaku mengagetkannya. “Jalan anggrek, no.18.” jawabnya pelan. “Kamu kenapa? Apa aku tidak boleh maen ke tempatmu?” kataku lirih. David pun mengajakku pergi. “Pulanglah, nanti orangtuamu mengkhawatirkanmu.” pintanya. David berlari pergi sambil berteriak. “Aku pulang ya, nanti malam aku akan mengirim pesan ke rumahmu melalui kunang-kunang, daaa”. Kunang-kunang, aku jadi teringat kunang-kunang yang setiap malam menemaniku di tepi jendela. Apakah itu kunang-kunang darinya. Hari hampir petang aku masih memandang ke langit. Tiba-tiba ibu menelponku dan membuyarkan lamunanku, ibu menyuruhku untuk pulang. Tadi aku mimpi apa tidak ya. David oh David kau sungguh mempesona.
            Hari ini hatiku lumayan tenang karena bertemu sesosok pria romantis yang baik hati. Mudah sekali aku jatuh cinta padanya. Rasanya sakit di hatiku sudah berkurang. Ibu pun terheran-heran dengan sikapku. Ah sepertinya aku jatuh cinta padanya jatuh cinta yang kedua dan ini lebih dalam dari sebelumnya, hmmm namanya “David”. Aku akan ke rumahnya besok. Aku duduk di tepi jendela menunggu kunang-kunang yang setiap malam menemaniku untuk mengucapkan selamat malam. Ye ye ye, kunang-kunang itu sudah datang. Selamat malam kunang-kunang, ini waktuku untuk tidur karena besok aku akan bertemu dengan David pagi hari gumamku dalam hati.
***
“Ibu aku pergi dulu ya,” kataku dengan wajah ceria. “Mau kemana, pagi-pagi begini, ayo sarapan dulu,” jawab ibu sambil membawakan makanan untukku. “Nanti David keburu pergi ke kampus bu, aku ingin ke rumahnya?” jawabku sambil berlalu pergi dengan mengayuh sepeda. “David siapa?” Tanya ibu. “Daaa ibu, nanti pulang aku cerita deh, oke”. Hatiku berbunga-bunga, hari ini aku akan bertemu David lagi. Sambil membayangkan sosok David yang begitu rupawan. Seandainya dia benar-benar menyukaiku gumamku sambil berkhayal.
            Pagi yang cerah secerah hatiku. Sambil mengayuh sepeda dengan kencang aku berangkat pergi ke perumahan kota di dekat taman. Mencari Jalan anggrek, itu kan perumahan orang-orang elit. Kebanyakan yang tinggal disitu adalah para pejabat dan para pengusaha yang jelas berduit gumamku dalam hati. Nah, ini dia Jl.Anggrek No.18. Saat aku lihat rumahnya besar sekali. Rupanya si David anak orang kaya. Mendadak minder antara ragu dan keinginan untuk bertemu David. Nekat aku pencet bel. “Ding Dong” (memencet bel sambil memejamkan mata).
            Seorang satpam berbaju rapi membukakan pintu gerbang untukku. “Mau bertemu dengan siapa nona?”, Satpam itu mengagetkanku seketika aku langsung membuka mata “Saya Rena pak, temannya David?” jawabku sambil tersenyum. “Tapi nona, tuan David..” kata satpam itu dengan wajah sendu. “Siapa pak hendri?” tiba-tiba dari seberang teras seorang wanita setengah baya keluar dari rumah mewah itu. “Non Rena nyonya,” jawab satpam pada majikannya. “Biarkan dia masuk saya ingin bicara dengannya?” jawabnya halus.
            “Silahkan duduk Rena,” jawab wanita paruh baya yang masih kelihatan cantik dan keibuan, sepertinya ini mamanya David. “Saya mamanya David, panggil saya Tante Mer. Sejak dua tahun yang lalu David selalu bercerita tentangmu, dia sangat menyukaimu.” katanya mengagetkanku. “Maksud tante, David sudah tahu aku sejak dua tahun yang lalu?” jawabku kaget. Senangnya ternyata David adalah “The Secret Admirer” dia pengagum rahasiaku seperti mimpi, kenapa tidak bilang dari dulu sih David. “Iya, kamu gadis yang manis tapi sayang kamu sudah memiliki kekasih sehingga David tidak berani mengungkapkan perasaanya padamu?” jawabnya membuatku terhenyak.
            “Tante, aku habis di putus sepihak dengan kekasihku. Dia sangat jahat, sudah dua tahun ini dia selingkuh di belakangku. Aku juga menyukai David tante. Kenapa baru kemarin aku bertemu dengannya. Dia pria yang baik. Dimana David sekarang tante?” jawabku nerocos sambil penasaran karena dari tadi David tidak muncul juga. Padahal aku sudah dandan begitu cantik begini. “Apa!!! kamu bertemu David kemarin? Itu tidak mungkin! mungkin kamu sedang berkhayal” jawab tante Mer kaget. “Kenapa tidak mungkin tante.” jawabku kaget.
            “Rena sayang, David… David sudah meninggal 40 hari yang lalu karena kecelakaan,” kata tante sambil meneteskan air mata. “Apa???, Benarkah tante???” jawabku shock dan setelah itu akupun pingsan. Setelah sadar, tante menceritakan semuanya dan memberikan sebuah buku diary miki David. Sebuah buku yang dipesankan David sebelum meninggal agar diberikan padaku. Jadi, siapa yang aku temui kemarin, ini khayal, tidak mungkin.
            Sepanjang perjalanan pulang aku menangis. Aku menangis tiada henti. Sesekali aku melihat lalu lalang orang beraktivitas. Saat melewati taman kota aku tak melihat siapa-siapa disana. Aku terus berjalan mengayuh sepedaku sampai ke rumah. Aku menangis sambil memeluk ibuku. Aku menceritakan semuanya pada ibuku. Kenapa David harus pergi, kenapa bukan Ardhian saja yang meninggal. Lalu siapa yang aku temui kemarin. Kata-kata yang terlontar spontan dari mulutku.
            Malam ini aku membaca diary di halaman pertama: “Pertama kali melihat gadis ini duduk di taman menunggu kekasihnya. Padahal baru saja aku melihat kekasihnya jalan dengan gadis lain. Gadis itu sangat manis dan lugu. Ingin rasanya aku melindunginya, tapi siapa aku.” Aku membaca sambil meneteskan air mata. Bahkan David tahu siapa sebenarnya Ardhian. Aku melihat ke jendela kunang-kunang yang aku tunggu masih belum datang.
            Aku melanjutkan membaca catatan demi catatan “Gadis itu berangkat ke sekolah sangat pagi sekali sambil mengayuh sepeda. Demi bisa tahu siapa dia aku pun ikut naik sepeda di pagi hari. Aku bertanya pada siswa-siswa yang sedang ada disana. Akhirnya dapat informasi, dia bernama Rena. Ingin sekali aku berkenalan dengannya. Sungguh dilemma buatku karena dia sudah punya kekasih.” Kenapa, kenapa semua ini terjadi padaku. Aku menangis menyesali semua yang terjadi. Aku masih terus melanjutkan membaca diarynya. Aku tidak peduli air mataku menetes terus menerus.
            “Aku bertemu lagi dengan gadis ini waktu pulang kuliah. Dia masih duduk di bangku SMA. Sepertinya dia baru saja menerima kelulusannya. Dia pulang sambil mengayuh sepeda. Aku mengikuti di belakangnya. Dia tidak melihatku karena aku ada di dalam mobil.” Akupun mengingat-ingat peristiwa ini. Aku ingat waktu itu ada mobil mercy hitam yang mengikutiku. Aku pikir dia penculik karena waktu itu sedang maraknya penculikan gadis di TV. Akupun melewati gang-gang kecil yang tidak bisa dilewati mobil. Ternyata itu kamu David. Seandainya aku tahu.
            Malam ini aku masih melanjutkan membaca catatan-catatan yang masih belum aku baca. Aku sangat mengkhayati catatannya. Dia pria yang sangat baik meskipun dia belum pernah pacaran. Dia sangat setia pada orang yang di cintainya. Aku sangat menyayanginya, tapi Tuhan lebih menyayangi dia. Begitu cepat Tuhan mengambilnya. Sampai malam ini belum ada kunang-kunang yang menghampiriku.
            Hampir selesai aku membaca diarynya, mungkin malam ini selesai. Aku kembali duduk di samping jendela menunggu kunang-kunang yang akan memberikan pesan David untukku. Yeaaaa, akhirnya kunang-kunang itu datang merapat di tepi jendela. Aku mengambilnya dengan penuh kerinduan seakan kunang-kunang itu bicara menyampaikan pesan David untukku: “Aku bahagia disini Rena, setidaknya aku sudah menyampaikan semua isi hatiku di buku diaryku. Aku meminta ibuku memberikannya padamu. Terimakasih telah membuatku mengerti apa arti cinta. Sampai jumpa Rena. Aku mencintaimu” (sama seperti kata-kata terakhir di buku diarynya). Terimakasih David telah memberikan cinta terakhirmu untukku.
Aku menangis tiada henti sepanjang malam. Tidak pernah aku merasakan kebahagiaan bersama Ardhian. Tetapi dengan David walau hanya sesaat dan sangat singkat, bisa membuatku benar-benar bahagia. Aku telah jatuh cinta padanya. Tuhan cobaan ini begitu berat untukku. Mungkin ini sudah suratan takdirku. Aku harus menerimanya dengan ikhlas.
Besok adalah hari pertamaku masuk kuliah. Aku harus bersemangat. Aku yakin suatu saat nanti Tuhan pasti akan memberikan pasangan terbaik untukku seperti David mungkin atau bahkan lebih. Kunang-kunang itu masih menemaniku di tepi jendela. Hingga aku terlelap. Selamat malam kunang-kunang.
            Duhai ladang kehidupan yang menciptakan beribu hikmah tiada tara. Duhai keindahan bagi yang bisa menangkapnya. Mungkin ini salah satu karunia yang tiada akhirnya. Meskipun kadang kudapati diriku tak lagi menemukan keindahan yang bisa kuterpakan dalam ruang kalbuku.
Bersama potongan-potongan kehidupan mungkin aku ingin berkata. Suatu saat mungkin kita akan kembali bersama. Sebagaimana sungai semua akan kembali bersama. Menyatu bersama deburan ombak dan kemilau cahayanya.

Terimakasih atas percintaan tanpa sepotong pertemuan pun. Tanpa tanganmu menyentuh  jemariku, atau bibirmu hinggap di keningku. 
(Cerpen tulisan pribadi saat masih kuliah dulu semoga menginspirasi  ^_^ ) 

Bermain "Ice Skating"

Aku mau bercerita tentang pengalamanku bermain “Ice Skating” bukan bermain ya tapi lebih tepatnya olahraga. Ya meskipun aku gak lincah-lincah amat sih. Hahaha.. Bermain “Ice Skating” itu sangat menyenangkan saudara-saudara rasanya dingin-dingin seger gimana gitu.. Jadi malam hari olahraga dan berkeringat. Sebelumnya sedikit aku bahas mengenai “Ice Skating” itu sendiri ya, bagaimana sejarahnya, dll. Nah Seluncur es atau sering kita sebut skating ice (populer sebagai “Ice Skating”) adalah berseluncur di atas es yang dilakukan orang dengan memakai sepatu skating (sepatu seluncur). Sebilah pisau baja yang tajam dipasang pada bagian dasar sepatu. Orang dapat berseluncur karena gesekan antara pisau skating dan permukaan es menghangatkan es dan mencairkannya hingga tercipta lapisan licin. Es skating dilakukan orang sebagai rekreasi atau olahraga musim dingin. Kata skate berasal dari bahasa Jerman Kuno, schake yang berarti tulang kering.
Di negara-negara dengan musim dingin yang sangat dingin, permukaan danau, kolam, kanal, dan kadang-kadang sungai dapat membeku. Lapisan es yang terbentuk pada permukaan air cukup tebal untuk dipakai berseluncur. Pada musim dingin yang membekukan di Belanda, Finlandia, Swedia, Rusia, dan Norwegia, orang bepergian dari satu tempat ke tempat lainnya dengan berseluncur. Di negara-negara yang beriklim lebih hangat, orang berseluncur di gelanggang seluncur es (arena skating).
Di Negara asia seperti Jepang dan Korea juga olahraga “Ice Skating” ini cukup popular. Oya, pernah ada komik jepang yang aku suka banget pengarangnya itu yang mengarang komik “Sailor Moon” juga lo judulnya “The Cherry Project” (Theチェリープロジェクト The Cherī Purojekuto) pengarangnya “Naoko Takeuchi” nah dia juga yang mengarang komik legendaries yang terkenal animenya itu lo yaitu “Sailor Moon” dengan kekuatan bulan akan menghukumu loh hahahaha. Kembali ke komik “The Cherry Project” komik ini bercerita tentang “Figure Skating” terdiri dari 3 volume, menceritakan permohonan Cherry seorang skater muda yang ingin menjadi seorang skater professional dan mendapatkan cinta seorang laki-laki eaaaaaa. Seri ini diterbitkan dalam 3 volume antara tahun 1991 dan 1992 jadul boookkkk yah hampir seangkatan ma “Sailor Moon” dah tapi ya lebih tua malah nah lo.
Oke sekiranya cukup basa basinya berikutnya akan aku tunjukkan sedikit aksiku waktu bermain “Ice Skating” foto diambil waktu sedang istirahat hihihi. :D




Ice Skating juga ada sekolahnya lo teman-teman. Sekolah Ice Skating namanya Sky Rink berada dibawah naungan ISI (Ice Skating Institute) yang berkantor pusat di Amerika Serikat. Program ISI telah distandarisasi untuk diterapkan di area es diseluruh dunia dengan tujuan untuk mengembangkan skater yang ingin dengan cepat menikmati aktivitas ini sebagai media rekreasi.
Sekian dulu cerita pengalamanku bermain “Ice Skating” ini. Terimakasih dan sampai jumpa ^_^

Regards, 
Ririn Widiya

Jumat, 19 Juli 2013

Berburu Yukata dan Hanbok

Tahu Yukata kan, yups bener banget baju adat dan khas negeri sakura Jepang yang biasa dipakai saat festival musim panas, sedangkan hanbok adalah baju adat Korea.. Sejak dulu aku memang Japanese freak dan Korean Lover kali yaaa hahaha, itu julukan temen-temen waktu aku masih kuliah S1 di Semarang.. Tapi memang sih sampai sekarang masih hobi berburu hal-hal kayak gini ini.. Wekekek.. :D
Oke langsung saja saya mau berbagi sama pemirsa foto-foto waktu saya memakai Yukata dan Hanbok.. 






Nah, seperti inilah kalau saya memakai Yukata dan Hanbok.. :D kalau biasanya kan orang Jepang dan Korea gak pakai jilbab nah karena saya pakai jilbab jadi ya agak beda.. Tapi menyenangkan juga memakai Yukata dan Hanbok.. Kapan-kapan berburu lagi ah dengan model dan warna yang berbeda ;p 

Regards,
Ririn Widiya

Trick Art Korea

Holaaaaaa ini pengalamanku waktu mengunjungi museum "Trick Art Korea" pengalaman yang cukup menakjubkan pokoknya >_< pernah nonton drama korea "Heartstring" nah rasanya itu mirip seperti waktu Yong Hwa dan Park Shin Hye ngedate.. Amazing... ^_^ 
Oke langsung saja saya tunjukkan foto-fotonya yaaa :

3D Trick Art Korea







Pengin masuk dan main kesana lagi.. Trick Art Korea memang menarik.. Pokoknya gak nyesel kalau main kesini apalagi sama pasangan.. Sambil bilang "Saranghae Oppa" :)) 

Regards,
Ririn Widiya 

Ennichisai "Little Tokyo"

Little Tokyo
Seneng banget akhirnya bisa ikut acara ini,, seru pokoknya bisa lihat bedug khas jepang yang di arak dengan tarian-tarian khas jepang. Foto bersama nihonjin dan gadis jepang yang imut-imut. Festival yang sangat menyenangkan meski gerimis tetep seruuuuuu... Berikut foto-foto waktu saya mengikuti festival ennichisai :)) 








Sebenarnya pengin belikan samurai buat suami, tapi apa daya lagi berhemat mennn... Mihihihi.. Lain kali aja ya suamiku.. :D Dan akhirnya acara selesai dengan hanabi dan bon odori, karena waktu sudah malam dan baterai kamera habis akhirnya gak foto-foto di malam hari deh :p 

Regards,
Ririn Widiya